Kado istimewa
Posted by ita on May 28th, 2009
28 Mei 2009, 26 th yang lalu aku di lahirkan dari seoarang ibu yang sangat sayang terhadapku, 9 bulan aku di kandungnya dan 10 bulan aku di rawatnya tak pernah mengenal lelah. Walapun ibu hanya merawatku 10 bulan tak membuat kasih sayangku berkurang, karena aku tau kenapa aku cuman di rawat hanya 10 bulan saja.
Hari ini adalah haris special bagiku, tengah malem sudah enaknya tidur ada bisikian di telinga.. Selamat Ulang Tahun…dan ternyata di genggamannya sudah ada 2 kado istimewa bagiku…..thanks mas, bukan kado yang istrimewa tapi ketulusan perhatian dan kasih sayangmu lah yang istimewa…..
Udara yang dingin masih menyelimuti perjalanan kami dari Git-git , dan rintik” hujan mulai deres lagi seakan” mengiringi perjalanan kami menuju Kebun Raya Bedugul. Walaupun hari sudah beranjak siang, suasana dingin terasa. Sekitar puikul 12.00 wita, tibalah kedua mobil APV di are Kebun Raya Bedugul. Setelah mendapatkan tempat yang lapang, kami ber 15 langsung duduk melingkar di hamparan rumput yang hijau dan di bawa pepohonan yang masih rindang.
Denpasar, 10 Mei 2009 sekitar pukul 08.00 wita rombongan laros bali menuju seputaran bedugul, meskipun hari itu adalah hari minggu tidak menurunkan semangat kami untuk segera siap dan menyiapkan diri. padahal kalau hari minggu paling males untuk bangun pagi.
Idola baru bagi penggemar musik dangdut..tapi dangdut yang satu ini sudah di aransemen ulang loh… pasti pada suka tuh dengerin lagunya si Ridho Roma yang berjudul Menunggu….
Denpasar, 2 Mei 2009 Hari yang kita peringati sebagai hari Pendidikan Nasional yang tokoh pendiri adalah Bapak Kihajar Dewantara yang biasa kita sebur Bpk. Pendidikan Nasional. Tgl 2 Mei sebenarnya hari lahirnya Bapak Kihajar Dewantara yang mempunyai nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ajarannya yang terkenal adalah tut wuri handayani (dibelakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (ditengah menciptakan peluang untuk memprakarsa), ing ngarsa suntulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tangga 28 April 1959 dan dimakamkan di sana pula.




