Hati-hati mengirim barang via Expedisi

Sekitar 2 minggu yang lalu, aku mendapatkan kiriman dari temenku  yang di dalemnya berisikan hp….dari jakarta senin sore dan nyampek bali hari selasa sekitar jam 3 an gitu deh, wah kok cepet pikirku kan dengan rasa penasaran seperti apa sih HP ini, dengan pelan aku buka bungkusan itu, mulai kemasan plastik dari pihak expepisi, amplop terus koran. Jadi kardus HP itu di bungkus koran dulu terus di masukkan ke dalam amlpop dan di kasih plastik lagi untuk naruh no.resi dari pihak expedisi.

Nah setelah aku buka semua satu demi satu, aku langsung menuju kotak Hp tadi…gubrak..loh ndi kie Hp ne, sambil terus aku mencari mungkin di  taruh paling bawah..”Loh..kok gak enek HPne” aku sambil nyodorkan ke Yanti  temenku..Yan..coba deh lihatin di dalam ini ada gak yah HP nya… walah ga ada mbak ita katanya…..loh kok bisa yah…..

ya wes aku langsung call temenku dan menyampaikan bahwa kalau aku sudah menerima paketan dari dia tapi cuman kardus doank………..dengan sabar dan tenang dia tanya gimana waktu buka dan bungkusannya gimana..setelah aku ceritain semua ternyata ada beberapa yang bukan hasil kreasi dia…setelah plastik yang aku buka tadi itu kan harus buka amplop…nah dalam lipatan amlpop itu aku melihat seperti bekas terkoyak yang di lakban cokelat lagi, padahal temenku tidak memakai lakban cokelat…kemungkinan besar ada pembobolan….

Sore itu juga, aku langsung melapor ke expedisi Bali untuk melaporkan..dari keterangan pimpinan cabang yang ada di bali kesalahan terletak pada pengirim alasannya, karena si Pengirim tidak mencantumkan nama barang yang sesuai dengan isinya, emang temenku dalam keterangannya tidak mencantumkan Hp tapi barang pecah belah. jadi barang tersebut masuk ke dalam paketan reguler, katanya kalau mengirimkan barang berharga seperti elektronik, perhiasan dan surat” penting lainnya itu biayanya lebih mahal dari paketan reguler dan prosesnya pun juga berbeda, proses pengiriman barang” berharga itu di saat pengirim mau mengirimkan barangnya dari pihak expedisi membuka paketan yang sudah di kemas dan sama” menyaksikan jika barang tersebut emang bener misal Hp. dan nantinya barang tersebut tidak di campur dengan paketan yang lain tapi di tujukan langsung ke pimpinan cabang tempat tujuan dan orang” kepercayaan nya lah yang mengantar barang tersebut dan dengan di saksikan pula saat barang itu di terima.

Wah…mbulet juga yah…akhirnya aku cuman mendapatkan berita acara yang akan di kirim ke jakarta untuk proses lebih lanjut. tapi saat temenku komplain ke kantor cabang jkt penjelasannya pun sama, dan tidak membuahkan hasil. seakan” pihak expedisi tidak bertanggung jawab terhadap kejadian ini dan hanya bilang, ini buat pelajaran bagi kami….wuuuueenak donk.. karena sama” tidak tau apakah benar sang pengirimin ini mengirimkan sebuah Hp.

ya wes masalah di anggap selesai dan dibuat pelajaran bagi aku dan temenku untuk lebih hati” dalam pengiriman barang, karena banyak sekali kasus” yang sudah terjadi seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *