Kaya Motif, Batik Banyuwangi Belum Dipatenkan

BANYUWANGI-Tak banyak warga yang tahu, bahwa
sejatinya Banyuwangi merupakan salah satu daerah asal batik di
Nusantara. Banyak motif asli batik khas Bumi Blambangan. Namun hingga
sekarang, baru 21 jenis motif batik asli Banyuwangi yang diakui secara
nasional.

Tren penggunaan motif batik pada pakaian mulai meningkat
akhir-akhir. Gairah perkembangan bisnis batik kembali terasa menggeliat
di Banyuwangi.

Dulunya, baju batik lebih banyak dikenakan pada acara resmi.
Misalnya acara resepsi atau kegiatan resmi lainnya. Namun saat ini,
batik sudah banyak dipakai untuk tren baju sehari-hari. Mulai seragam
sekolah dan baju kerja karyawan perkantoran, motif pelengkap kerudung,
baju casual hingga busana muslim untuk acara santai.

Meski sudah menjadi pakaian sehari-hari, warga Kota Gandrung banyak
yang tidak tahu bahwa batik sebenarnya sudah lama berkembang di
Banyuwangi. Bahkan, batik sudah ada sejak zaman kerajaan Blambangan.
“Batik Banyuwangi itu memiliki khas tersendiri,” ujar HM Suyadi, salah
satu pengusaha batik Banyuwangi.

Bos galeri batik Virdes di Kecamatan Cluring itu mengungkapkan,
Banyuwangi sebenarnya termasuk daerah asal batik. Karena minimnya
perajin, akhirnya batik Banyuwangi kalau jauh dengan daerah lain di
Jawa Tengah dan Jogjakarta. “Biasanya kalau bicara batik, bayangan kita
itu pasti langsung ke Jogja, Solo, atau Pekalongan,” katanya.

Sebagai salah satu daerah asal batik, Banyuwangi memiliki banyak
motif. Di museum batik, Banyuwangi tercatat punya 21 jenis motif batik
yang jadi ciri khas Banyuwangi. “Sebenarnya masih banyak, tapi yang
diakui 21 motif batik itu,” ujarnya.

Di antara 21 motif batik yang kini banyak digandrungi warga Blambangan, di antaranya ada motif gajah uling, paras gempal, kangkung setingkes, sembruk cacing, gedegan, ukel, blarak semplah, dan moto pitik. “Nama motif ini khas Banyuwangi, ini menunjukkan batik asli Banyuwangi” jelasnya.

Selama ini, kata Suyadi, ada anggapan yang salah kalau gajah oling
itu batik khas Banyuwangi. Padahal yang benar, gajah uling hanya salah
satu dari sekian banyak nama motif batik khas Banyuwangi. “Semua motif
dari batik Banyuwangi itu diciptakan oleh nenek moyang Banyuwangi
sendiri,” paparnya.

Dalam penciptaannya, motif batik Banyuwangi ternyata banyak
dipengaruhi oleh kondisi alam. Gajah uling yang cukup dikenal itu,
motifnya berupa hewan seperti belut yang ukurannya cukup besar. “Motif sembruk cacing juga kayak cacing, dan motif gedegan juga kayak gedeg (anyaman bambu),” bebernya.

Bagi Suyadi, penciptaan motif batik Banyuwangi merupakan bentuk
karya seni yang cukup tinggi. Semua motif itu diambilkan dari kekayaan
alam Banyuwangi yang beraneka ragam. “Jadi motif batik ini warisan
nenek moyang itu bernilai seni yang harus dipertahankan,” cetusnya.

Motif batik seperti di Banyuwangi ini, tidak akan bisa ditemukan di
daerah lain. Karena batik dengan motif ini, sudah menjadi identitas
dari batik khas Banyuwangi. “Untuk menghindari pembajakan, pemerintah
harusnya mempatenkan motif batik Banyuwangi ini,” harapnya.(abi/bay)

Sumber LareOsing

6 Comments

  1. waduh sayang yo mbak… engko keburu dipatenkan wong londo….
    dadi iling seragamku SD motife gajah oling wernone abang putih,.,,,,
    pemkab banyuwangi ayo cepet bergerak donk!!!

  2. yanti

    bisa tolong diberitahukan no telp atau mobile dari salah satu pemilik industri batik banyuwangi. Penting ada yang mau saya tanyakan. Terima kasih banyak

  3. Saya ingin melihat bati2 khas banyuwangi dan apa nama2 motifnya dimana yaa mbak? maksud saya ingin mencari sentra2 batik di Jawa Timur untuk menjajagi kemungkianmemproseskan pembuatan batik di banyuwangi, dengan motif saya.. mohon info.trims.

  4. Mengharap untuk Batik di Jawa Timur dapat bergabung di Face Book Komunitas Penggemar batik Kreatif Khas Jawa Timur. Mari Jawa Timur kita jadikan Dentra Lumbung Batik yang tidak kalah dan ketinggalan dengan propinsi lainnya. Salam ary_bayusumilir@yahoo.com …saya tunggu. Terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *