Not Repsonding

Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi..mungkin kalimat ini cocok untuk keadaanku sekarang, bangun pagi” dengan awan yang cerah tapi jiwaku terasa sepi.

Dari semalem jiwaku sudah sepi, tidak ada yang menemani dan hampa, dengan keadaan fisik yang sangat lelah aku berusaha memejamkan mata agar lelah ini tidak terasa. Jam 12 ku di bangunkan oleh suara yang sangat lirih dan bertanya, apakah km marah ? aku jawab tidak…..aku tidak berbohong emang aku tidak marah, di kecuplan pipiku beberapa kali seperti orang yang sangat sayang dan kangen padaku, akhirnya kami pun terlelap dan tak terasa saat aku bangun kami masih berpelukan.

Tak terasa pagi sudah tiba, buru” bangun karena jam sudah menunjukkan pukul 7.30, wah udah siang banget pikirku..age” bangun dan cuci muka di kamar mandi. Biasanya aku emang suka bangun duluan setelah cuci muka baru membangunkan sang raja. Tapi pagi tadi sebelum aku bangunkan, dia sudah bangun duluan dengan wajah yang tidak sesegar angin yang berhembus dari cendela” kamar.

Dan seperti biasa habis bangun tidak langsung mandi, tapi gerak”in badan kaki dan tangan agar lemes. Aku panggil dia… Mas.. sini donk, dengan tanganku meraih tangannya tidak bersambut, justru tangannya menghindar dari tanganku..oh NO.. ada apalagi ini, kok dikit” sepert ini..Gejala apalagi ini, salah apakah aku sampai tidak mau menyambut ajakan tanganku yang sudah aku lambaikan.

Aku sudah tau kalau seperti itu pasti dia sebel,jengkel bahkan marah, sempet aku lihat raut mukanya yang manyun dan mengrenyitkan Dahi  dan  sangat kelihatan mengkerut. Dari pada aku lanjutin ntar malah kena tamparan mending aku diam sampek aku bikin sarapan dan makan barengpun tetep diam, aku ajak bicara juga diam.

Age” aku mandi agar aku tidak terlambat lagi, di waktu aku mandi ada yang berpamitan..aku berangkat dulu..mau jawab gak bisa karena mukaku penuh dengan sabun dan dia main tutup kamar mandi dengan kerasnya,aku pikir dia sudah berangkat, tapi ternyata belum..kembali lagi buka pintu kamar mandi, dan kebetulan aku sedang gosok gigi… woeee berangkat dulu, dari pagi tidak ada respon tak kampleng kene kamu ”

Pantaskah kata” itu di ucapkan dari seoarang suami yang katanya sangat mencintaiku dan sangat menginnginkan anak dariku ? Aku memang sudah tidak kaget lagi dengan kata” kasar dia karena itu sudah sifatnya, tapi aku sekarang lagi program, kalau emang dia sangat menginginkan anak dariku harusnya tidak menambah beban terhadapku. Di kantor aku udah stress kerjaan banyak, kalau di rumah ada yang menambah aku stress kapan jadinya dan kapan aku bisa bernafas dengan lega.

Oh…..Tuhan………. tolonglah aku

Posted in Catatan-Q | No Comments »

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.