Pasrah Dalam Do’a

Tak terasa usia pernikahanku sudah berjalan bulan ke-6, bener orang tua bilang kalau pernikahan itu membawa rejeki. Terbukti semenjak aku menikah dengan mas noped, rejeki itu selalu ada dan Alhamdulilah sampai sekarang kami tidak pernah hidup kekurangan, yang terpenting kita berusaha, berdoa  dan tidak lupa untuk beramal itu intinya. Kalau kami lihat ke belakang, kami sama” berangkat dari nol artinya kita tidak membawa bekel apapun untuk kehidupan nanti. Kami bertemu masih sama-sama kuliah, sebenarnya sich mas noped 1 tingkat di atasku cuman karena ambil cuuti 1 tahun jadinya kami bertemu di semester 3.

 

1 tahun wisuda aku keluar dari pamanku…ceritanya sich untuk mengembangkan ilmu yang sudah aku dapet dari kampur heheh cie cei…gayane rek……, kebetulan setelah lulus SMU aku emang diajak ke denpasar untuk membantu administrasi usahanya. 3 tahun usia pacarakan kami akhirnya mas noped berani untuk memalarku….hheheheh..thansk ya mas, ternyata kau berani juga walaupun kita blm ada bekal apapun untuk kehidupan akan datang. Bagi ita itu tidak penting karena rejeki itu tidak akan kemana selama kita berdoa dan berusaha.

 

Tepat 21 Desember 2007, hari-hari yang paling bahagia dalam hidup kami, tepat pukul 09.00 wib, mas noped mengucapkan Ijab Qobul tanpa ada salah sedikitupun dan acara berjalan dengan lancar Amin, Amin ya Robbal Alamin.

 

Kapan aku menjadi seorang ibu ? Pertanyaan yang selalu menghantuiku, sudah 6 bulan menikah belum juga ada tanda-tanda kehidupan dalam perutku, hanya sabar dan tawakal yang bisa menghibur diriku. Aku hanya bisa pasrah dalam artian semua atas KehendakMu, tapi tetep berusaha,berusaha & berusaha.

 

Hanya doa yang bisa aku panjatkan untuk memenuhi keinginanku, dan Minta doanya dari kawan-kawan semua agar keinginan ini terpenuhi…….

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *