Warning: array_filter() expects parameter 1 to be array, boolean given in /home/itawidya/public_html/wp-content/themes/capture/functions.php on line 234
Loading...
X

Perjalananku dengan si putih

Lama tidak menulis membuat aku kangen akan menulis walaupun bahasa yang aku gunakan dalam blog ini masih standart banget
tp krn masih belajar tetep berusaha untuk menulis lebih baik lagi

Bingung neh mau mulai dari mana,sebenarnya banyak kenangan” yang ingin aku masukkan dalam catatan-Q di sini tp krn kesibukan yang berarti akhirnya terbengkalai juga blog ku ini….

Yukk kita mulai aja………….. :D

Berawal dari kepulanganku ke jawa Pass hari raya idul ahda kemarin deh
Ada cerita yang membuat aku deg”an dan campur takut, malam itu sekitar pkl 20.00 wita  saat kami pulang dari jawa menuju bali di tengah perkampungan kota negara bensin si putih (mio) kami sudah mepet hampir ke E.  Kami masih tenang karena pasti ada pom bensin di depan. Dan tak berapa lama lagi kami melihat ada pom bensin yang lampunya masih menyala (kami pikir pasi msh ada stok bensinnya)  si putih pun langsung belok aja. eh tiba” ada petugas pom bensin itu bilang, bensin  kosong mas…Waduhhh kok gak ditulis klu bensin udah kosong pikirku.

Pikiranku masih tenang, krn di depan msh banyak lagi pom bensin yang semoga saja bensinnya masih ada stocknya. Sekitar perjalanan 10 menit kami menemukan pom bensin yang ternyata di pageri dengan tulisan bensin habis (gubrak…kok habis terus mas tanyaku ama mas) iya yah di depan msh ada lagi kok, mas berusaha menenangkanku.

Kami tetep santai melanjutkan perjalanan kami menuju denpasar sambil mencari pom bensin yang harapan kami semoga masih ada stock bensinnya. Menemukan pom bensin yang ke 3 menemukan nasib yang sama,  “bensin kosong” lagi” kami kecewa. Setelag je 3 kalinya menemukan pom bensin yang sudah tidak ada stock lagi, kami berfikir mencari bensin eceran saja di warung” pasti ada. Setiap kali melihat botol bensin di pinggir jalan si putih langsung berhenti dan menanyakan pada tuannya apakah stocknya masih ada, jawaban yang sama dengan petugas pom bensin tad yang harus kami terima. hingga beberapa kali kami blm menemukan bensin setetes pun. Terakhir kami menemukan lagi pedagang bensin eceran yang kebetulan ada rumah di situ jd kelihatan rame, kami pun gak segan” untuk menanyakan stock bensin apakah msh ada,tp ibu itu justru bilang ” kosong mas” sampai depan bensin mash kosong bapaknya td nyari sampai tabanana semua pom bensin kosong katanya, itu di tipi” di siarkan klu bensin di sini lg langka” waduh ibuk ini menambah kekhawatiranku saja. ya udah bu makasih kami balik saja deh di depan sudah tidak ada kampung lagi ya bu, tanya mas ku..

Akhirnya kami balik arah menuju kota negara lagi yang padat penduduk, klu misal sampai malem kami tidak menemukan bensin paling tidak kami bisa mencari penginapan di sekitar penduduk sana. Rasa khawatir, cemas dan takut terus ada dalam pikiranku tapi aku tetep diem terus memohon dan berdo’a semoga smua bisa lancar.
setelah kembali ke perkampungan yang padat, sudah sekitar 4 warung bensin eceran yang kami temui tetep kosong..kamipun berhenti sejejak di pinggir jalan deket pasar, klupun toh tetp gak ada pikiran mas ku adalah beli bensin di mobil orang yang kami sedot dan di masukkan ke dalam tangi si putih. tp niat itu kami urungkan krn kami mendapatkan informasi dari pemuda yang kami tanyain tadi kami di suruh masuk ke perkampungan deket pasar tadi. tidak menunggu lama kami bergegas ke sana tak jauh dri pasar itu, kamu melihat ada pemuda yang lagi mengisi bensin di motor mionya….di deretan botol bensin itu msh tersisa 3, dan pemuda itu kayaknya mau beli 2, sebelum menuangkan botol ke 2 ak langsung tanya ke adik yang mau menuangkan botol ke 2 dalam motor pemuda itu, dik masih ada lagi ndak…..ntar kak katanya dia belum menuangkan botol ke 2 dan langsung masuk ke dalem menanyakan stock kepada ibunya, tak lama dia muncul lg..masih ada kak mau beli berapa katanya..duh langsung lega hatiku, dan ak membiarkan dia mengisi motor pemuda itu untuk botol ke 2. (maksud aku tadi adalah sebenanyar ak melambatkan dia mengisi botol bensin ke 2 pada pemuda itu, klu misalkan di dalem stock habis pasti ak akan memintanya untuk mengisi ke si putihku). dan akhirnya kami tertolong dengan adik kecil itu yang ternyada di dalem masih ada beberapa wadah bensin bensin yang siap di tuangkan ke botol” kecil.

Alhamdulilah ya Allah engkau telah mengabulkan do’aku,dan perjalana kami lanjutkan dengan senang dan akhirnya tepat pkl 21.30 wita kami tiba di depasar dengan selamat.

Pelajaran yang bisa kami ambil, isilah BBM motor sebelum bener” habis………

One observation on “Perjalananku dengan si putih

Leave Your Observation

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>