Denpasar, 21 April 2009 kita memperingati kelahiran Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh pejuang wanita seorang pelopor kemajuan kaum wanita untuk mendobrak keterbelakangan kaum wanita. R.A Kartini lahir di kab.Jepara pada tgl 21 April 1978. Sejak usianya masih remaja sifat kepemimpinanya dan jiwa pelopornya sudah terlihat, dia pandai senang belajar dan haus akan ilmu pengetahuan. Tetapi di keluarganya dia sangat terkekang dan terpingit, dia tidak bebas keluar rumah dan dia sangat terbelenggu dengan tradisi itu, untuk mengatasi kejenuhan di dalam rumah dia hanya menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Menurut R.A Kartini wanita harus berjuang untuk mendapat martabat yang sejajar dengan kaum wanita. Wanita harus di didik dan dicerdaskan agar hari dan pikirannya terbuka, karena Tuhan menjadikan kaum wanita dan laki-laki mempunyai harkat dan martabat yang sama. Dalam hal ini Kartini berpandangan kalau kaum wanita berpendidikan dia akan lebih pandai untuk mendidik putra-putrinya dan mengurus rumah tangganya.
Kalau kita cermati pemikiran kartini, ternyata bidang pendidikan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena bidang ini kunci untuk mencerdaskan dan untuk kemajuan bangsa. Terutama kaum wanita harus membebaskan dirinya dari keterbelakangan dan kebodohan melalui pendidikan. karena wanita harus mengetahui hak dan kewajibannya, apa yang boleh di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan, serta bisa di ajak untuk mengambil keputusan. Dengan modal pendidikan ketergantungan kaum wanita menjadi kecil, maka dari itu wanita harus mempunyai pendidikan yang cukup.
Dari berbagai pemikiran kartini di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa kartini ingin mengubah kedudukan kaum wanita untuk memperoleh kesetaraan gender. artinya bahawa kedudukan kaum wanita tidak boleh di rendahkan oleh kaum pria. Dengan kesetaraan gender ini kaum wanita tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang, di lecehkan dan di pinggirkan. Dengan demikian antar kaum wanita dan pria sama” memperoleh kedudukan yang sama di berbagai bidang dan kemajuan, tanpa meninggalkan titah kodratnya sebagai seorang wanita.
Sekarang ini kita sudah bisa melihat cita” R.A Kartini sudah banyak yang dapet kita lihat dan rasakan sekarang ini, contohnya kaum wanita sudah ada yang menjadi direktur, bupati, menteri, dirjen, gubarnur dan masih banyak lagi contoh yang lain.
Namun tidak menutup mata atas kenyataan, banyak kaum wanita yang menyalahgunakan emansipasi wanita dan kebebasan yang di berikan untuk hal-hal negatif, mereka memanfaatkan dirinya untuk kesenangan sesaat sehingga banyak yang terjerumus ke lembah hitam. Usaha yang harus kita lakukan adalah terus meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai kegiatan, contoh pendidikan normal dan non formal, kursus-kursus. Dengan SDM yang bagus mereka memiliki kemampuan untuk bersikat percaya diri sehingga bisa mendapatkan peran yang lebih besar sesuai dengan cita-cita R.A Kartini.
Semoga kita yang sudah di berikan kemampuan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, tidak di sia”kan dan harus berguna bagi diri kita sendiri, orang tua dan tempat bekerja kita nanti. dan bagi kita yang sudah mempunyai pekerjaan dan sudah mempunyai jabatan setidaknya bisa membuat kaum wanita lain terus berjuang agar cita”nya tercapai.
Tapi kadang kaum pria pernah bilang…katanya emansipasi, tapi kalau di suruh benerin genting tetep aja gak mau ” please deh gitu loh…..emansipasi wanita itu bukan berarti kita mengerjakan pekerjaan untuk kaum pria loh..tapi setidaknya kita di beri ruang untuk di hargai bukan di lecehkan.
Tapi ingat walaupun jamannya emansipasi wanita, kodrat wanita harus tetep kita pegang. gak boleh di tinggalkan….
Selamat hari kartini buat kaum wanita yang ingin menyetarakan gender
April 24th, 2009 at 3:31 am
setuju … kita emang gak boleh lupa dengan kodrat kita sebagai wanita….
April 25th, 2009 at 12:53 pm
Dijaman yang sudah makin terdegradasi kualitas moralnya – kadang jargon emansipasi acapkali sering dijadikan senjata untuk melepaskan diri dari tanggungjawab & kewajiban wanita baik terhadap lingkup keluarga dan komunitasnya..
Semoga wanita Indonesia tetap tidak melupakan nilai luhur budaya bangsa yang tetap saling menghargai kaum pria-nya dan sama-sama faham akan hak & kewajibannya masing-masing.
Kartini Moderat tidaklah harus menjiplak mutlah sosok “superwoman” ala mbulek itu
.
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!
April 30th, 2009 at 5:51 pm
wah..semoga aku tidak akan lupa akan hak dan kewajibanku sebagai seorang wanita dan seorang istri, walaupun sudah jaman emansipasi wanita tetep berbudi pekerti luhur dan menghargai kaum pria…tapi bukan menjadi budaknya